Diposkan pada All About Japanese, Bahasa Jepang, Kaigofukushishi, Keperawatan

Sekilas Tentang Program Nurse ke Jepang

ilustrasi-perawat-periksa-tangan-tekanan-darah_20150611_141222

Program EPA lainnya selain careworker adalah nurse. Seperti halnya careworker, bagi yang ingin mengikuti program nurse, harus mereka yang berlatar belakang pendidikan keperawatan baik Diploma 3, Sarjana keperawatan, maupun yang sudah menempuh pendidakan profesi Ners. Berbeda dengan careworker, untuk yang ingin mendaftar sebagai nurse yang nantinya akan ditempatkan di Rumah sakit, mereka wajib memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun setelah kelulusan atau telah lulus S1 keperawatan + Ners dan memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun. Dengan kata lain, profesi ners yang ditempuh selama 1 tahun tersebut sudah bisa dijadikan sebagai syarat pengelaman kerja.

Di Jepang sendiri, nurse atau dalam bahasa Jepang disebut Kangoshi, masih menjadi salah satu profesi yang menjanjikan dari segi kesejahteraan ekonomi, tentunya bagi yang sudah lulus ujian negara perawat. Ujian perawat ini diadakan setiap tahun, biasanya di bulan februari. Beda halnya dengan ujian careworker yang bisa diikuti ketika sudah ada pengalaman kerja lapangan minimal 3 tahun. Perawat dari Indonesia pun demikian, mereka setiap tahunnya mengikuti ujian negara perawat selama kontrak kerja 3 tahun untuk mendapatkan lisensi level nasional atau Registrasi Nurse (RN). Jika dalam waktu 3 tahun atau 3 kali ujian belum berhasil mengantongi “Registrasi Nurse”, bisa memperpajang kontrak satu tahun lagi sesuai kebijakan dan kesepakatan pihak Rumah sakit dengan pekerja,  jadi total kontrak 4 tahun. Perpanjangan kontrak 1 tahun lagi bagi mereka yang belum lulus  juga berlaku untuk program careworker.

Akan tetapi, tigkat kelulusan ujian perawat level nasional ini masih rendah bagi perawat Indonesia khususnya. Karena memang menurut hampir semua teman-teman sejawat mengatakan soal-soalnya itu njlimet, alias sulit. Jangankan bagi perawat Indonesia, bagi perawat Jepangnya pun dirasa kesulitan ketika menghadapi soal-soal ujian negara tersebut.

Oleh sebab inilah, perawat Indonesia yang di Jepang diberikan kesempatan untuk mengikuti Ujian asisten perawat atau dalam bahasa Jepangnya disebut Junkanggo (ujian level tingkat provinsi). Soal-soal ujian ini menurut teman-teman sejawat kita, lebih mudah daripada ujian negara kangoshi. Jika lulus ujian Junkanggo, menurut informasi dari teman sejawat kita, perawat Indonesia mendapatkan lisensi tingkat provinsi dan bisa menambah kontrak kerja selama 4 tahun lagi, jadi total keseluruhannya 7 tahun. Dalam jangka waktu tersebut, mereka diharapkan untuk lulus ujian level nasioanl dan mengantongi gelar Registrasi Nurse atau mendapatkan lisensi tigkat nasional di Jepang.

Untuk menjadi Junkanggo atau asisten perawat, orang Jepangnya sendiri harus menempuh pendidikan formal untuk asistan perawat selama 1 tahun. Kalau di Indonesia, mungkin setara dengan SPK (Sekolah Kejuruan Perawat).  Tugasnya bagaimana? Secara garis besar, tugas seorang asisten perawat adalah melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan perintah perawat yang telah memiliki lisensi tingkat nasional. Mereka tidak bisa semaunya memberikan asuhan keperawatan tanpa ijin atau perintah dari perawat.

Nah, lalu bagaimana dengan perawat Indonesia yang belum memiliki lisensi sebagai asisten perawat maupun lisensi perawat nasional? mereka belum bisa melakukan tindakan keperawatan seperti perawat Jepang. Tindakan yang bisa dilakukan antara lain adalah memberikan kebutuhan nutrisi pasien secara oral, mobilisasi, kebutuhan eliminasi urin dan fekal, merawat personal hygiene : menjaga kebersihan mulut dan gigi, badan, rambut, kuku dll, mencuci peralatan medis, dan lain sebagianya. Disini skill keperawatan belum terpakai. Setelah lulus ujian asisten perawat, baru bisa melakukan tindakan keperawatan, namun masih dibawah perintah perawat.  Sedangkan jika telah lulus ujian perawat tingkat nasional, maka kedudukan, tugas, hak, serta tanggung jawabnya disetarakan dengan perawat Jepang pada umumnya dan bisa bekerja di Jepang sampai batas waktu yang tidak ditentukan, keculai batas usia pensiun.

Jika sudah mengantongi Registrasi Nurse lalu kembali ke Indonesia, Insya Allah akan sangat bermanfaat sekali. Akan banyak peluang untuk turut andil mempertahankan maupun memajukan pelayanan-pelayanan Rumah sakit di Indonesia bagi yang ingin terus melanjutkan karir di bidang keperawatan. Karena tidak sedikit, teman-teman sejawat yang kembali ke Indonesia, mereka banting setir ke profesi yang menggunakan skill bahasa Jepang. Seperti misalnya : menjadi penerjemah bahasa Jepang-Indonesia, bekerja di perusahaan Jepang yang berada di Indonesia, staf pengajar bahasa Jepang, wirausaha, dan masih banyak lainnya.

So, bagaimana teman-teman? Apakah kalian berminat mengikuti program ini? terus pantau infonya di website resmi BNP2TKI yaa… ( www.bnp2tki.go.id )

Semoga sukses!

Iklan

3 tanggapan untuk “Sekilas Tentang Program Nurse ke Jepang

  1. Terimakasih infonya kak farida….
    Oh ya kak.. apakak kaka ada email yang bisa saya hubungi,, saya ingin tahu prosedur menjadi careworker di jepang kak… Kebetulan saya habis mendaftar dan tinggal menunggu untuk ujian selanjutnya…
    Yg saya mau tanyakan… Apakah setelah lulus careworker nntinya… Seandainyapun kita tidak lulus uji kompetensi di jepang,, apakah sekembalinya ke indonesia, pengalaman kerja kita di jepang sebagai careworker tidak akan berguna ya kak? Terimakasih sebelumnya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s