Diposkan pada Tulisan bebas

Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah

1380271_467667526687371_1776751322_n

Sungguh beruntung jika masih ada yang mengingatkan, menerima, dan memaafkan kita ketika dengan atau tanpa sengaja kita berbuat khilaf.

Sungguh bahagia jika yang ditanyakan mereka bukan hanya kabar jasmani, melainkan pula kabar keimanan kita.

Sungguh menyenangkan jika masih ada yang mengajak kita beribadah, menuntut ilmu serta merangkul kita dalam ketaatan. 

Sungguh menakjubkan ketika kita memiliki sahabat yang selalu mendoakan kebaikan untuk kita dalam diam,dalam sujudnya. 

Sungguh tak ada duanya ketika kita memiliki sahabat yang kelak bisa memberi syafaat di akhirat. 

————–

Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, dalam hadis yang panjang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat di hari kiamat,

Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.

Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.

Para mukminin inipun mengeluarkan banyak saudaranya yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.

Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”

Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”

Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR. Muslim no. 183).

Rezeki bukan hanya melulu soal uang atau harta keduniaan lainnya. Memiliki sahabat yang selalu mengingatkan kita kepada Allah, menyebut nama kita di hadapan Allah, membantu kita istiqomah di dalam lingkaran cinta-Nya, adalah Rezeki yang tak ternilai harganya.

Islam dengan segala kesempurnaannya, mengatur tentang pergaulan yang sesuai dengan ajaran-Nya. Imam Hasan al-Bashri menasehatkan, ”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat.” Iya, kita dianjurkan untuk memperbanyak teman-teman yang salih, karena (Insya Allah) mereka bukan hanya membawa kebaikan di dunia namun juga kekal hingga akhirat.

Terakhir, mari kita simak pesan sarat makna dan cinta dari Imam Ibnul Jauzi untuk teman-temannya, ”Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah. Ucapkan: ’Wahai Tuhan kami, hambaMu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau.”

Sahabatku, Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah…. 🙂