Diposkan pada Tulisan bebas

Pertemuan Dan Harapan

Jika pada akhirnya bukan dengannya kita menerbitkan buku nikah, jangan buru-buru kecewa. Mungkin di mata kita yang “sok tau” ini, dia terlihat begitu mengagumkan, saleh, baik hati, peduli, dan alasan kebaikan lainnya, maka belum tentu ia terbaik untuk kita. Karena yang terbaik adalah, dia yang Allah pilihkan untuk kita.

Kadang  kita hanya sekedar  bertemu seseorang lalu merasa menemukan, namun  pada akhirnya hanya bisa mengenang. Iya, mengenang pertemuan yang dulu pernah diharapkan untuk menjadi kebersamaan.

Kecewa? Menyesal? Marah? Tidak terima? lantas menyalahkan takdir? tidak, tidak ada tersangka dalam hal ini. Percayalah, semua yang kita dapati sudah Allah tuliskan dalam Lauhul Mahfudz. Bukankah sehelai daun yang lepas dari rantingnya pun sudah Allah tetapkan masanya? 🙂