Diposkan pada Tulisan bebas

Poligami

Akhir-akhir ini media facebook sedang dihebohkan dengan postingan gambar  foto punggung seorang akhwat dengan caption “Nikahi aku, meskipun menjadi yang kedua”, yang diunggah oleh akun facebook dengan nama seorang akhwat. Entahlah yang menggunakannya beneran akhwat atau bukan. Banyak pro dan kontra mengenai gambar tersebut, terlebih ditambahkan keterangan foto yang diketik panjang lebar mengenai keteraediaan sang akhwat menjadi madu. 

 
Poligami adalah syariat Islam

Betul bila ada yang mengatakan demikian. Boleh menikahi 2,3, atau 4 perempuan, Asal bisa berlaku ADIL. Saya setuju saja dengan poligami, tapi tidak untuk hidup saya 🙂

Salut dengan wanita yang bisa bertahan dalam keadaan berpoligami. Tapi tidak semua wanita mampu berdamai dengan keadaan 1 Raja 2 Permaisuri dalam 1 istana. 

Ada kisah dari keluarga nabi Ibrahim ‘Alaihi Salam…

Istri Nabi Ibrahim AS, ibunda Sarah, beliau memang yang menyuruh nabi untuk menikah lagi dengan ibunda Hajar, pembantunya. Itu pun dikarenakan ibunda Sarah tidak juga mempunyai keturunan. Ibunda Sarah membujuk Nabi untuk menikahi ibunda Hajar dengan alasan seorang Nabi harus punya keturunan untuk meneruskan risalah dari Allah Ta’ala. Awalnya Nabi Ibrahim menolak, namun Istrinya terus membujuk hingga akhirnya menikahlah Nabi ibrahim dengan ibunda Hajar, pembantunya. Setelah terlahir seorang putra yakni Nabi Ismail, kecemburuan ibunda sarah muncul, sehingga atas petunjuk Allah, Ibunda Hajar dan Ismail kecil hijrah dan hidup berdua jauh dari nabi ibrahim dan Ibunda Sarah. 

Wanita. Hati wanita maha lembut, pura-pura kuat walau sesungguhnya hati berkeping-keping hancurnya. Wanita terkadang pandai menyembunyikan perasaan, namun terkadang juga mudah meluapkannya kala benteng kekuatan hatinya mulai rapuh. :’)

Iklan