Diposkan pada All About Japanese

Halal Foods In Japan Supermarket

Mencari makanan berlabel halal di Jepang memang gampang-gampang susah. Bahkan mungkin banyakan susahnya kalau kita nyarinya di tempat perbelanjaan umum. Beda kalau kita berkunjung ke Negara Saudi Arbia 😀

Sebenarnya ada corner makanan halal, restaurant halal atau restaurant Indonesia ada beberapa di kota-kota tertentu di Jepang. Selain itu, kalau mau praktis dan ngga mau cape-cape pergi belanja ke toko halal yang mungkin jaraknya juga lumayan jauh, tak perlu pusing. Buaaanyaak sekali toko halal via Online. Biasanya sih, banyak yang memanfaatkan Facebook untuk membuka lapak jualan makanan-makanan Indonesia/makanan halal.

Nah, disini saya ingin mencoba mengangkat cerita tentang salah satu Supermarket di Jepang yang ternyata menjual makanan berlabel halal. Dulu waktu pertama kali ke Jepang, saya belumenukan makanan berlabel halal di supermarket ini. Namun akhir-akhir ini sudah ada beberapa makanan halal yang dijual disini. Mungkin saja karena setiap tahun, penduduk asing (muslim) semakin bertambah di Jepang.

Gyoumu Supa-Menjual makanan berlabel halal

Foto di atas adalah salah satu supermarket Jepang yang menjual makanan berlabel halal. Kebetulan lokasinya dekat dengan tempat tinggal saya, jadi sering kali saya belanja ke sini. Harga-harga makanannya pun lebih murah dibandingkan supermarket lainnya.

Ayam Grozen Halal

Salah satu contohnya adalah daging ayam frozen. 2 kg Harganya 800 yen/ Rp80.000 . Harga ini lebih murah jika dibandingkan dengan harga ayam yang kita beli secara online.

sosis ayam

Tersedia juga sosis ayam halal. Isinya 10, harga 135 yen / Rp. 13.500 .

halal cup noodles

Kalau yang ini produk dari Vietnam.  Dulu suka bingung mau makan mie instant model cup mie begini. Hampir semuanya mengandung buta niku (ba*i). Harganya 85 yen / Rp 8.500 .

Sebenarnya Masih banyak produk halal yang dijual, tapi saya tidak memfoto semuanya. Hehe

Masih ada Nuget ayam, aneka cemilan ringan, bumbu, saos, kecap juga ada. Kalau ada kesempatan, boleh berkunjung 😀

Iklan
Diposkan pada Tulisan bebas

World No Tabacco Day 2015

  

Yap! 31 Mei adalah tanggal yang ditetapkan sebagai peringatan hari tanpa tabako sedunia oleh Negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Bahasan tentang rokok ini tidak akan menemukan ujungnya, karena selalu saja ada pro dan kontra mengenai barang yang mengandung zat nikotin yang satu ini. 

Walaupun bungkus rokok sudah tertulis jelas peringatan tentang bahaya merokok, namun sepertinya itu hanya sebatas peringatan yang tak dihiraukan oleh penggemar rokok. Bukan hanya peringatan berupa tulisan, saat ini bungkus rokok sudah mencantumkan pula gambar kerusakan paru dan kerusakan mulut dan gigi (karena kanker) para penghisap rokok. Tapi ternyata upaya itu tidak mampu membuat para perokok move on dari ‘kekasihnya’. Tetap saja asap ngepul di udara. Mending sih, kalau asapnya mereka telen lagi. Nggak bikin rugi oranglain kan kalau begitu modelnya? 

  
Pernah dengar cerita seorang perokok aktif yang harus rela kehilangan putrinya yang masih berusia 1 tahun 10 hari karena penyakit pneumonia yang dideritanya? Padahal ayah dari putri bernama Safira Aura Saskia Wardani ini, saat merokok tidak pernah disebelah sang anak. Namun, racun nikotin yang menempel di baju ayahnya ketika merokok dihisap pula oleh safira saat ia berada didalam gendongan ayahnya. Dan mungkin masih banyak Safira Safira lainnya atau kisah-kisah seperti ini di luar sana. 

Smoke area sudah banyak dibuat untuk memfasilitasi para perokok agar tidak mengepulkan asapnya sembarangan. Tapi tak jarang fasilitas itu diabaikan. Saya sering menemui orang-orang dengan santainya merokok sambil jalan, supir angkutan umum yang dengan cool nya ngerokok sambil nyetir juga adaaaa. Dan saya juga sering tanpa sengaja mendapat ‘hadiah’ asapnya. Selain itu, puntung rokok juga sering saya temui di jalan jalan. Habis hisep, buang sembarangan. Lengkap sudah kekreatifan perokok aktif ini.

Dunia tanpa rokok, Indonesia tanpa rokok, mungkin hal yang mustahil,  tapi saya berharap tidak ada lagi kabar perokok pasif yang menjadi korbannya 😦 #DisituKadangSayaMerasaSedih

Diposkan pada Tulisan bebas

Karena Ada Yang Bisa Kita Ubah, Ialah Nasib.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka”

(QS. Ar-Ra’ad : 11)

Aku adalah salah satu dari milyaran manusia yang ingin selalu memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang aku sayangi.

Aku adalah salah satu dari milyaran manusia yang masih belajar dan akan terus belajar memperbaiki hidup menjadi lebih berarti.

Aku adalah salah satu dari milyaran manusia yang masih berusaha untuk berdamai dengan masa lalu dan menata masa depan yang indah di jalan-Nya.

Aku adalah salah satu dari milyaran manusia yang pernah jatuh, kehilangan, dan merelakan.

Aku adalah salah satu dari milyaran manusia yang akan selalu menguatkan kaki untuk berdiri, berjalan, bahkan berlari semampuku mengejar mimpi sampai aku tak mampu lagi.

Aku adalah salah satu dari milyaran manusia yang ingin berbagi pada dunia tentang sebuah kekuatan harapan dan keyakinan.”

Diposkan pada Tulisan bebas

The Great Muslimah

Yang kalau dipandang menyejukan.
Yang perkataanya menenangkan.
Yang sikapnya sesuai syari’at Islam.
Yang tak lelah memperbaiki diri.
Yang selalu berusaha untuk menjadi investasi akhirat bagi orangtuanya.
Yang senantiasa mempercantik diri di depan suaminya.
Yang mampu merawat dan menjaga amanah-Nya. 
Yang ramah dan luas pergaulannya.
Yang luas ilmu pengetahuannya.
Yang tidak pernah lelah menebar manfaat untuk sesama.. 

 
Sesungguhnya itu hanya pendapat dari seorang muslimah yang masih jauh dari kata hebat, ya saya. 🙂

Semoga, saya (khususnya) dan ukhti fillah.. mampu menjadi muslimah hebat yang kelak bisa dengan bebasnya memasuki Surga dari pintu manasaja yang kita suka 🙂 Aamiin

Diposkan pada Tulisan bebas

Don’t Forget To Smile!

IMG_9432.JPG

“Hibi, egao o wasurenaide”
(Setiap hari, jangan lupa untuk selalu tersenyum)

Senyum adalah salah satu awal dari suatu ‘keajaiban’. Setuju?
Banyak hubungan berawal dari senyuman, hubungan kekerabatan, persahabatan, bahkan menjadi persaudaraan. 

Senyum adalah hal sederhana yang mengubah banyak hal. Ketemu orang yang tak kita kenal, tersenyumlah! Maksud saya, ngga sampe kita maksa ngejar orang untuk disenyumin loh atau pas dikerumunan kita stay cool with cute smile 😀 Kan serem kalu gitu modelnya. Hihi. Cukup kita lempar senyum pada orang yang kebetulan ‘bertabrakan’ mata dengan kita. 

Karena senyum merupakan bahasa universal yang bisa dijadikan simpulan bahwa kita orang yang ‘bersahabat’. 

Nah, kalau udah senyum tapi dicuekin? Yasudah, jangan perdulikan timbal balik yang sama, karena setiap orang tidak sama dalam menyikapi sesuatu. Tapi percaya deh, orang yang kita ‘lempari batu *ehh lempari senyum, ngga bakal lupa bahwa kita pernah tersenyum padanya 🙂 *Coo cwiitt! 

“Sesungguhnya Dunia ini butuh pribadi yang ramah, bukan pemarah.”

Diposkan pada Tulisan bebas

Man Sabara Zhafira

 
 Dunia ini tempatnya orang ‘bermain’, maka ketika kau menjadi salah satu yang dipermainkan, bersabarlah! 

Saat kau sabar, jangan kaget jika suatu hari nanti kau akan menemukan hal yang menakjubkan yang tak pernah kau bayangkan! 

“…dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.“ (Q.S. Al Anfal: 46).

Allah berjanji akan membersamai orang-orang sabar.

Ibnu Qayyim mengatakan bahwa kebersamaan Allah pada orang-orang yang sabar bukanlah kebersamaan yang umum, tapi kebersamaan yang khusus. Maksudnya, Allah membersamai orang-orang yang sabar dengan tiga cara:
1. Allah Menjaganya
2. Allah Melindunginya
3. Allah Menolongnya

Allah juga mencintai golongan orang-orang yang sabar.

“Dan Allah mencintai orang-orang yang bersabar.”(Ali Imran: 146)

Kawans, Apa lagi yang kita harapkan selain kecintaan-Nya? 🙂
“Man Sabara Zhafira” 

Siapa yang bersabar akan beruntung”

Diposkan pada Tulisan bebas

Jadi Akhwat Jangan Cengeng

 
Jadi Akhwat jangan cengeng..

Dikasih amanah malah melarikan diri..

Diajak syuro bilang ada ijin syar’i..

Afwan ane ada agenda syar’i.. Afwan lagi nguleg sambel trasi..

Disuruh ikut aksi, malah pergi naik taksi..

Sambil lambai-lambai, bilang dadaaah…yuk mari…..

Terus dakwah gimana? Diakhiri???
Jadi Akhwat jangan cengeng..

Sekilas gayanya sih haroki berlagak Izzis..

Tapi hati kok Seismic? Sungguh ironis…

Mendayu-dayu kaya’ film romantis..

Kesehariannya malah jadi narsis..

Jauh dari kamera jadi dikira ge eksis..

Hati-hati kalo ditolak, bikin dramatis..

Jadi Akhwat jangan cengeng…

Dikit-dikit SMS ikhwan dengan alasan dapet gratisan

Rencana awal cuma kasih info kajian

Lama-lama nanya kabar harian.. wah, investigasi beneran!

Bisa-bisa dikira pacaran!

Sampai kepikiran dijadikan pasangan…

Ga’ usah ngaco-ngaco gitu deh kawan! 
Jadi Akhwat jangan cengeng…

Abis nonton film palestina semangat empat lima..

Eh pas disuruh jadi coach, pergi lenyap kemana??

Semangat jadi pendukung luar biasa..

Tapi nggak siap jadi yang pelakunya.. yang diartikan sama dengan nelangsa..

Yah…bikin kecewa…
Jadi Akhwat jangan cengeng..

Ngumpet-ngumpet berduaan..

Eh, awas lho yang ketiga setan…

Trus, dikit-dikit aleman minta dibeliin jajan..

Emang sih nggak pegangan tangan..

Cuma pandang-pandangan tapi bermesraan..

Wah, kaya’ film india aja gan!

Kalo ketemu Musyrifah atau binaan?

Mau taruh di mana tuh muka yang kemerah-merahan?

Oh malunya sama Musyrifah atau binaan?

Sama Allah? Buang aja ke lautan..

Yang penting mah bisa sayang-sayangan…

Na’udzubillah tenan…
Jadi Akhwat jangan cengeng..

Sedekah dikira buang duit. .

Katanya sih biar ngirit, tapi kok shoping tiap menit??

Langsung sengit kalo dibilang pelit…

Mendingan buat dzikir komat-kamit…

Malah keluar kata-kata nyelekit…

Aduh…bikin hati sodaranya sakit…
Jadi Akhwat jangan cengeng…

Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..

Tapi buat berburu ikhwan yang wah gitu dah ..

Pujaan dapet, terus walimah..

Dakwah pun say goodbye dadaaah..

Dakwah yang dulu benar-benar ditinggalkah?

Dakwah kawin lari.. karena kebelet nikah..

Duh duh… amanah..amanah…

Dakwah.. dakwah..

Kalah sama ikhwan yang wah..
Jadi Akhwat jangan cengeng..

Buka facebook liatin foto ikhwan..

Dicari yang jenggotan..

Kalo udah dapet trus telpon-telponan..

Tebar pesona akhwat padahal tampang pas-pasan..

“Assalammu’alaykum akhi, salam ukhuwah.. udah kerja? Suka bakwan?”

Disambut baik sama akhi, mulai berpikir untuk dikasih bakwan ..

Ikhwannya meng-iya-kan..

Mau-mau aja dibeliin bakwan..

Asik, ngirit uang kost dan uang makan…

Langsung deh siapin acara buat walimahan!

Prinsipnya yang dulu dikemanakan???

Jadi Akhwat jangan cengeng…

Ilmu cuma sedikit ajah..

Udah mengatai Ustadzah..

Nyadar diri woi lu tuh cuma kelas bawah..

Baca qur’an tajwid masih salah-salah..

Lho kok udah berani nuduh ustadzah..

Semoga tuh cepet-cepet dikasih hidayah…
Jadi Akhwat jangan cengeng…

Status facebook tiap menit beda..

Isinya tentang curahan hatinya..

Nunjukkin diri kalau lagi sengsara..

Minta komen buat dikuatin biar ga’ nambah nelangsa..

Duh duh.. status kok bikin putus asa..

Dikemanakan materi yang dikasih ustadzah baru saja?
Jadi Akhwat jangan cengeng..

Ngeliat akhwat-akhwat yang lain deket banget sama ikhwan, jadi pengen ikutan..

Hidup jadi suram seperti di padang gersang yang penuh godaan..

Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..

Kepala cenat-cenut pusing beneran…

Oh kasihan.. Mendingan jerawatan…
Jadi Akhwat jangan cengeng..

Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak artis metropolitan..

Makin bingung nyari teladan..

Teladannya bukan lagi idaman..

Hidup jadi kelam tak berbintang bahkan diguyur hujan..

Mau jadi putih nggak kuat untuk bertahan..

Ah biarlah kutumpahkan semua dengan caci makian..

Akhirnya aku ikut-ikutan jadi artis metropolitan..

Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..
Jadi Akhwat jangan cengeng..

Diajakain dauroh alasannya segunung…

Kalo disuruh shopping tancap gas langsung…

Hatipun tetap cerah walaupun mendung

Maklum banyak ikhwan sliweran yang bikin berdetak cepat nih jantung..

Kalo pas tilawah malah terkatung-katung…

Duh.. bingung…bingung…
Jadi Akhwat jangan cengeng..

Bangga disebut akhwat.. hati jadi wah..

Tapi jarang banget yang namanya tilawah..

Yang ada sering gosip ngomongin sesamalah…

Wah… wah… ghibah… ghibah…

Eh, malah timbul fitnah…

Segera ber-istighfar lah…
Jadi Akhwat jangan cengeng..

Dulunya di dakwah banyak amanah..

Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..

Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..

Akhinya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..

Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..

Anak baru dipandang dengan mata sebelah..

Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..

Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..

Lanjutin perjuangan saya yah…
Jadi Akhwat jangan cengeng…

Nggak punya duit Halaqah males datang..

Nggak ada motor yaa…misi halaqah dibuang…

Musyrifah ikhlas, hati malah senang…

Binaan juga nggak ada satupun yang mau datang..

Jenguk binaan malah pada pergi malang melintang…

Oh…kasiyan… Mau ngapain sekarang???
Oh noo…
Jadi Akhwat jangan cengeng…

Jadi Akhwat jangan cengeng…

Jadi Akhwat jangan cengeng…

Jadi Akhwat jangan cengeng…

Jadi Akhwat jangan cengeng…
Ukhti… banyak sekali sebenarnya masalah Akhwat..

Dimanapun harokahnya.. .
Ukhti.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..

Maka akan makin banyak Akhwat lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm… Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..
Ukhti.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Akhwat-akhwat lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan.. . karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..
Ukhti.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak akhwat di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…
Ukhti.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan.. … dakwah ini berat ukhti.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan.. . tak ada kata-kata ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi.. yang ada ‘jadilah!’ lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah… ilmu yang kau jadikan ia menjadi…
Ukhti.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..

Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama. ..?

Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..

Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..

“Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu.. . Kuatkanlah ikatan kami…”
“Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.”
“Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.”
“Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”
“Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.”
Aamiin Allahumma aamiin.
(Copy Paste) ^^ Semoga bermanfaat