Diposkan pada Tulisan bebas

Kau lebih hebat dari yang kau bayangkan

Kau mungkin tidak bisa kembali, mengulang lalu memperbaiki.
Dan tak seharusnya kau berharap lebih pada masalalu yang telah terlewati.
Sungguh jangan pernah menyesali setiap detik yang kau lalui.
Kau tidak pernah tau apa yang kan kau temui di depan nanti.

Hei, angkat wajahmmu! Lihat jalan yang kau akan kau tapaki! Genggam sejuta mimpi! Lalu Mulailah langkahkan kaki dengan pasti!
Karena…
Kau lebih hebat dari apa yang kau bayangkan.

Kau mungkin tak sehebat ikan yang mampu berenang di air dalam tanpa khawatir akan tenggelam
Dan kau mungkin tak sehebat burung yang bisa terbang sesuka hati melihat indahnya alam dari atas sana tanpa takut terlepas dari sayapnya
Tapi percayalah kau lebih hebat dari apapun!

Allah akan menghebatkan setiap insan yang tak pernah menyerah..
Insan yang terus berjalan memperbaiki diri menuju Ridha-NYA..
Insan yang selalu menyebut Nama-NYA di setiap perjalanan dunia-NYA…

“Fabi ayyi alaa i robbikumaa tukadziban”

Diposkan pada Tulisan bebas

The Power Of Dream

“All our dreams can come true, if we have the courage to pursue them”

(Walt Disney)

Pernahkah kita membayangkan, bagaimana jika kita tak pernah mempunyai sebuah impian?

life is choice! Apakah kita ingin seperti perahu kertas yang dihanyutkan ke sungai, terombang ambing arus pun pasrah saja, tau tau ada di tepi atau entah hilang kemana karena tak punya tujuan. Ataukah kita ingin berperan menjadi nahkoda sebuah kapal yang berlayar di lautan luas, mecoba berdamai dengan arus ombak yang terkadang tidak bersahabat, hanya demi suatu tujuan yang nyata? Ya, pilihan ada di tangan kita!

Boleh saja masa muda kita, kita habiskan untuk santai – santai saja, memegang prinsip “Hidup sih, gimana nanti saja!”, atau istilahnya yang penting saatnya makan ya makan, saatnya tidur ya tidur, urusan besok pikirkan besok. Tapi pastikan, kelak kita tidak AKAN pernah menjadi orang tua yang menyesal. Jangan sampai kita dituntut bekerja keras disaat tenaga kita tak mampu lagi untuk mengejar segala sesuatu yang seharusnya dilakukan saat kita masih muda dan sehat.

Berbicara tentang impian, anak kecil lah yang paling bersemangat membicarakannya. Ketika anak TK ditanya oleh guru, “Impiannya apa anak-anak?” lihatlah betapa antusiasnya mereka berlomba mengutarakan impian-impiannya. Akan ada seorang anak yang ingin menjadi Dokter, Pilot, Polisi, Tentara, Astronot, Guru, dan lain sebagainya. Semoga kita menjadi remaja atau dewasa yang selalu memiliki antusiasme seperti mereka hingga kita berhasil menggengam impian-impian kita. Tentu saja bukan hanya sekedar memimpikan, namun juga berusaha sekuat tenaga untuk mengejar semua tujuan atau harapan kita. Ketika kita menyerah, maka semua akan selesai.

Di luar sana ada seorang gadis kecil yang lahir di Tuscumbia, Alabama. Sejak ia diserang penyakit ketika usianya menginjak usia 19 bulan, ia tak bisa melihat indahnya dunia dan mendengarkan segala suara yang berada di sekelilingnya. Kekurangannya itu membuatnya menjadi seorang anak yang gampang marah atau mengamuk. Ia ingin sekali bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan, dan bisa melihat serta berbicara normal seperti yang lainnya. Orangtuanya mengalami kesulitan untuk menangkap apa yang ia maksud atau sampaikan. Sampai pada akhirnya seorang guru hadir di tengah kehidupannya untuk membantunya mewujudkan semua yang ia harapkan.

Ya, gadis itu bernama Helen Keller. Seorang gadis tunanetra yang pada akhirnya tumbuh dewasa dan menjadi seorang penulis hebat, aktivis politik dan menjadi dosen di Amerika. Dalam keterbatasannya, ia berhasil mendapatkan 2 piala Oscar serta sederet penghargaan lainnya. Bukan hanya itu, ia pun mengumpulkan dana untuk mendirikan American Foundation for the blind dan American Foundation for the Overseas Blind untuk orang-orang buta dan tuli.

Nothing Impossible! Asalkan kita selalu meilibatkan-Nya dalam segala perjalanan kita, semuanya akan menjadi Possible.

IMG_7380.JPG

Diposkan pada Tulisan bebas

NAFAS DI KANTUNG DARAH

ayo dondar

Kala itu status saya masih sebagai mahasiswi di salah satu Akademi Perawatan. Sebagai seseorang yang sedang dalam tahap belajar dibidang kesehatan, selain mempelajari teori kita juga dituntut untuk terjun langsung ke lapangan (praktikum). Kami praktik di Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas (Pusat kesehatan masyarakat) di Desa – Desa, Rumah Sakit Jiwa, dan Rumah Sakit Umum di luar kota. Hari itu menjadi satu hari yang penuh pembelajaran dan sangat berharga bagi saya. Saat saya dan kedua teman saya ‘jaga’ di salah satu ruang perawatan di RSUD, ada seorang anak kecil dengan santainya berjalan sendirian di koridor ruangan. Sesekali dia duduk di kursi, lalu berdiri lagi melihat-lihat ke dalam ruangan. Wajahnya terlihat begitu ceria walaupun sedikit pucat, dia tak canggung apalagi takut melihat para petugas kesehatan yang identik dengan baju putih-putih. Saya sendiri waktu masih kecil serem rasanya melihat petugas kesehatan. Takut disuntik salah satu alasannya. Hee.. Namun sepertinya dia sudah sangat akrab dengan suasana ruangan perawatan itu.

Seorang perawat menghampirinya dengan membawa sebuah kantung darah. Anak kecil itu langsung tersenyum menyambut sang perawat. Kenapa bisa seceria itu? Yang dibawa perawat bukanlah cokelat atau kue donat yang rasanya nikmat, tapi sebuah kantung darah lengkap dengan peralatan untuk proses injeksinya (penyuntikan). Kenapa anak kecil itu tidak takut sama sekali melihat jarum suntik dan kentalnya warna darah?.

“Bu, anak kecil itu sakit apa?” tanya saya pada perawat yang baru saja berinteraksi dengan anak kecil itu.

Thalasemia, dia selalu rutin transfusi darah di sini setiap bulan, kalau stok darah ada dan kita usahakan agar selalu ada.”. Deg! Itu berarti hidupnya bergantung pada stok darah yang tersedia?. Ya, Thalasemia merupakan suatu penyakit genetik/keturunan yang diturunkan dari orangtuanya. Penderita penyakit ini memiliki sel darah merah yang cepat hancur dalam waktu 1- 2 bulan sehingga menyebabkan Anemia atau kekurangan jumlah Hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah, padahal normal hidupnya sel darah merah 3-4 bulan sebelum akhirnya dihancurkan.

Thaller (sebutan untuk penderita Thalasemia) harus terus melakukan transfusi darah secara rutin untuk mempertahankan hidupnya. Tapi dampak dari transfrusi antara lain dapat mengakibatkan penimbunan zat besi yang bisa juga mengancam nyawa karena dapat menyebabkan kerusakan hati, jantung dan kelenjar hormon. Walapun ada obat desferal yang bisa membuang penumpukan zat besi yang berlebih melalui urine atau kotoran tapi biayanya sangat mahal.

Anak itu, Sungguh istimewanya anak itu, Tuhan begitu menyayanginya sampai diusuianya yang masih dini sudah mengemban ujian seberat itu.

“Hai, namanya siapa dek?” tanya saya ketika melihat anak itu keluar dari ruang rawat.

“Supri sus.” jawabnya sambil melebarkan kedua sudut bibirnya.

Dek Supri masih sekolah? Umurnya berapa?” tanya saya sedikit ‘kepo’.

“12 tahun, saya nggak sekolah sus.”

“hmm.. tinggalnya dimana?”

Anak kecil yang bernama Supri itu menjelaskan dimana dia tinggal dan betapa kagetnya saya ternyata dia satu Desa dengan saya. Jujur saya tidak pernah melihat Supri sebelumnya, dan saya pun sebenarnya sedikit kaget saat dia bilang umurnya 12 tahun. Badannya mungil, berbeda dengan anak-anak seumurannya. Semangatnya untuk terus berjuang melawan Thalasemia yang bisa kapan saja merenggut nyawanya membuat saya tertegun dan kagum. Di sela perbincangan, seorang kakek tua menghampiri kami dan tersenyum.

“Ini kakek saya sus.” jelas Supri. Saya pun mengulurkan tangan dan berkenalan.

Saya kembali ngobrol dengan perawat ruangan lainnya tentang jumlah penderita Thalasemia di kota tempat saya tinggal, “Tahun ini jumlahnya sekitar 52 anak, itupun yang terdata di RSUD. Mungkin masih banyak anak yang menderita Thalasemia tapi tak terdata ataupun mereka yang memilih berobat ke rumah sakit swasta lain.” Papar salah seorang perawat ruangan.

Saya berpikir seandainya ada sebuah organisasi tepatnya kumpulan para relawan untuk membantu para penderita Thalasemia dengan suatu gerakan donor darah rutin khusus untuk Thaller, mungkin mereka tidak akan khawatir lagi akan stok darah gratis. Tapi apa yang saya pikirkan tak mudah untuk mengaplikasikannya. Tidak mudah untuk bisa mengumpulkan ribuan, ratusan bahkan puluhan orang untuk membentuk organisasi ini. Namun, apa sih yang tidak mungkin? Saya yakin suatu hari bisa merealisasikannya. Insyaallah. 

Banyak yang mengatakan, “takut donor darah, takut disuntik” , “jarumnya kan gede, pasti sakit banget.” , “entar saya tambah kurus kalau donor” dan dalih-dalih lainnya yang menjurus ke penolakan, hehe. Tapi Alhamdulillah ada beberapa sahabat-sahabat saya yang mau menyumbangkan darahnya ke PMI atau tempat-tempat lain yang mengadakan acara donor darah.

Ketika kita tak bisa membantu secara finansial, tak ada salahnya kita memberikan sesuatu hal lain yang kita miliki. Karena amal tak hanya diukur dengan berapa besarnya materi yang kita beri. Tuhan memberi darah kita secara gratis dan cuma-cuma, masa sih kita tidak bisa memberikan sedikit darah kita untuk makhluk Tuhan yang membutuhkan? Darah tak akan habis hanya karena kita mendonorkannya. Justeru menurut penelitian, dengan rutin mendonorkan darah banyak sekali manfaat yang kita dapatkan. Donor darah bisa mengurangi resiko penyakit jantung, resiko kanker, menurunkan kadar kolesterol yang berlebih, meningkatkan produksi darah, dilihat dari segi psikologi pun mendonorkan darah bisa membuat pikiran lebih stabil. Dan satu manfaat yang tak kalah penting saat kita mendonorkan darah, kita bisa memeriksa apakah kita menderita suatu penyakit atau tidak. Karena darah yang kita donorkan akan terlebih dahulu masuk ke laboratorium untuk diperkisa. Apabila kita mengidap suatu penyakit, tim medis akan memberitahukan hasil pemeriksaannya. Masihkah mengatakan, “Takut jarum suntik” ? 😀

Diposkan pada All About Japanese

Beberapa Nama Penyakit Dalam Bahasa Jepang

Bahasa Jepang Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
Akusei kansetsu riumachi Malignant rheumatoid arthritis Rematik sendi ganas
Akusei shuuyou Malignant tumor Tumor ganas
Asuperugaa shoukougun Asperger’s syndrome Sindrom aspeger
Arukooru izonshou Alcohol dependency, alcoholism Penyakit ketergantungan alkohol
Arushihaimaa kata ninchisou Alzheimer type dementia Dementia Alzheimer
Arushihaimaa byou Alzheimer disease Penyakit Alzheimer
I jyuunishichoukaiyou Gastroduodenal ulcer Tukak lambung dan usus 12 jari
I kaiyou Gastric ulcer, stomach ulcer Tukak lambung
I shokudougyakuryuushou Gastroesophageal regurgitation Penyakit usus terbalik lambung dan kerongkongan
I gan Gastric cancer Kanker lambung
1 kata tounypubyou (insulin izon gata tounyoubyou) Diabetes mellitus type 1 (insulin dependent DM : IDDM) Penyakit kecing manis bentuk 1
Ichou shikkan A gastroenteritic disease (disorder) Penyakit saluran pencernaan
Ikkasei noukyoketsu hossa (TIA) Transient Ischemic Attacks : TIA Serangan anemia otak transien
Imbu kaiyou Genital ulcer Tukak kemaluan
Infuruenza Influenza Flu
Wirusu seikaen Viral hepatitis Hepatitis dengan virus
Utsubyou depression Penyakit depresi
Eizu (AIDS koutenseimeneki fuzenshoukougun) Acquired immuno-deficiency syndrome AIDS
Ekonomii kurasu shoukougun Economy class syndrome Sindrom kelas ekonomi
MRSA kansenshou Methicillin-resistant Staphylococcus Aureus Penyakit penularan MRSA
Oudan Jaundice Penyakit kuning
Oriibu kyoushounou ishukushou Olivo-onto-cerebellar atrophy Olivo-onto-cerebellar atrophy
Kaisen Scabies Kudis
Kaiyousei daichouen Ulcerative colitis Radang usus besar
Gakushuu shougai (LD) Learning disability Gangguan pelajaran
Kaze Common cold Masuk angin
Kaze. Kanbou Common cold Penyakit masuk angin
Kaseikyuu mahi Pseudobulbar paralysis Kelumpuhan
Kata kansetsu shuuien Scapulohumeral periarthritis Radang pada sendi bahu
Kasei ninchisou Treatable dementia Dementia darurat
Gappeishou Complications komplikasi
Kabinseichou shoukougun Irritable bowel syndrome Mucocus coilitis
Karei ouhanhenseishou Age-related maculr degeneration: ARMD Penyakit perubahan tabiat bintik. Kuning mata dengan bertambah usia
Kabinsei nanachou Age-related hearing loss (presbyacusis) Gangguan pendengaran dengan bertambah usia
Gan Cancer Kanker
Kan tandoushikkan Hepatobiliary disease Penyakit hati dan saluran empedu
Kan gan Hepatoma, hepatic cancer Kanker hati
Kan kouhen Cirrhosis, liver cirrhosis Sirosis hati, penyakit lisut hati
Kan saihou gan Hepatocellular carcinoma, hepatoma Kanker sel hati
Kansei noushou Hepatic encephalopathy Penyakit otak secara hati
Kansesetsu riumachi Rheumatoid Arthritis :RA Rematik sendi
Kansen ishou Liver fibrosis Penyakit serat hati
Kansensei ichouen Infectious gastroenteritis Radang lambung dan usus
Kishitsusei benpi Organic constipation Sembelit organis
Kinousei benpi Functional constipation Fungsional sembelit
Kyuusei manseikanen Acute. Chronic hepatitis Radang hati akut. kronis
Kyuuseikan houkougun Acute coronary syndrome : ACS Sindrom akut coronari
Kyuusei kansetsuen Acute arthritis Radang akut sendi
Kyuusei shikyuutaijinen Acute glomerulonephritis, AGN Radang akut glomerulus ginjal
Diposkan pada All About Japanese

MENGENAL TULISAN JEPANG

Ketika melihat tulisan/huruf  Jepang, apa yang anda pikirkan? Susah? Nggak mudah? ruet?  Ngebayangin huruf Kanji yang bentuknya bikin pusing dan nulisnya bikin tangan keriting? *lebay :D.

Ya, mungkin sebagian akan berpendapat begitu, termasuk saya sendiri. Awalnya sama sekali saya tidak tertarik dengan bahasa Jepang, “ngapain sih belajar bahasa Jepang yang sulit itu,saya kan made in Indonesia! Kenapa nggak orang Jepangnya saja yang belajar bahasa Indonesia?” hehe..

Tapi ketika saya mulai memutuskan untuk mencoba berkarir di Negeri sakura, mau tidak mau saya harus belajar bahasa Jepang. Minimal bisa bilang “Arigatou gozaimasu” (Terima kasih). Tapi masa iya kalau pergi keluar kemana-mana, ketemu orang Jepang cuma bilang Arigatou gozaimasu saja. Terus kalau mereka tanya kita masih single atau tidak, masa sih kita bilangnya Arigatou gozaimasu! 😀 kan nggak nyambung yaa..

Akhirnya saya pun ngedadak semangat untuk belajar lebih dan lebih. Awal belajar, saya dikenalkan dengan beberapa jenis huruf yang biasa dipakai oleh orang Jepang dalam kehidupan sehari – harinya. Ada huruf HIRAGANA, huruf KATAKANA, dan huruf KANJI.

Saya tidak langsung belajar huruf Kanji. Ada tahapan – tahapan tersendiri yang sensei (guru) ajarkan. Pertama, belajar dari huruf Hiragana, lalu Katakana dan terakhir merambah ke Kanji. Kenapa kanji menjadi huruf yang terakhir yang kita pelajari? Karena jumlah hurufnya puluhan ribu. Orang jepangnya sendiri terkadang tidak bisa menulis atau membaca beberapa huruf kanji entah itu karena lupa ataupun memang karena baru lihat jenis kanjinya. Ada beberapa huruf Kanji yang berasal dari China (bukan asli buatan Jepang). Namun pada abad ke – 5 aksara Tionghoa mulai dikenal oleh penduduk Jepang melalui barang-barang yang diimpor dari Tionghoa, sejak saat itulah aksara Tionghoa mulai banyak dipakai oleh masyarakat jepang.

Di sini saya akan mencoba mengenalkan huruf Hiragana dan Katakana dulu, berikut jenis hurufnya :

  1. Hiragana

Hiragana merupakan tulisan asli jepang yang berjumlah 46 huruf. Berikut adalah daftar huruf Hiragana:

a

i

u

e

o

ka

ki

ku

ke

ko

sa

shi

su

se

so

ta

chi

tsu

te

to

na

ni

nu

ne

no

ha

hi

fu

he

ho

ma

mi

mu

me

mo

ya

yu

yo

ra

ri

ru

re

ro

wa

wo

n/ng

Setelah mengetahui jenis hurufnya, saatnya berlatih. Saya sendiri tidak bisa memberikan tips khusus cara belajar cepat untuk bisa menguasai huruf hiragana tersebut, karena saya yakin masing-masing kita punya cara belajar yang nyaman dan menyenangkan. Tapi saya akan berbagi sedikit pengalaman bagaimana ketika saya dulu mulai belajar dari awal beberapa huruf hiragana tersebut.

Bagi saya 1 minggu adalah waktu yang tak cukup untuk menghafal huruf hiragana baik membaca maupun menuliskannya. Tapi sensei saya menargetkan waktu 1 minggu untuk bisa menghafalnya. Metode belajarnya dengan cara latihan menulis sebanyak – banyaknya. Sambil menulis, mulut saya juga membacanya. Terus berulang – ulang sampai benar – benar ingat Dengan menulis berulang kali kita akan lebih bisa mengingat daripada hanya sekedar membaca atau melihat saja.

Setiap hari saya buat 46 kolom kosong untuk latihan test hafalan. Saya sarankan cara menghafal hurufnya jangan diacak. Misalnya menghafalnya dari huruf “Ka” terus ke “n/ng” atau dari “me” ke “shi” dan seterusnya secara tidak beraturan. Akan lebih mudah jika kita menghafal secara berurutan dari kiri ke kanan, misalnya dari “a” ke “o”, “ka” ke “ko” dan seterusnya. Bunyi vokal yang sama akan memudahkan kita untuk megingatnya.

      1. Katakana

Katakana merupakan huruf serapan dari bahasa asing. Artinya huruf katakana ini digunakan untuk penulisan kata dari bahasa asing atau sebagai penerjemah ke bahasa Jepang. Nama orang asing pun ditulis dengan menggunakan huruf katakana. Contohnya nama saya : ファリダ(Farida).

Berikut adalah jenis – jenis huruf katakana yang berjumlah 46 huruf.

a

i

u

e

o

ka

ki

ku

ke

ko

sa

shi

su

se

so

ta

chi

tsu

te

to

na

ni

nu

ne

no

ha

hi

fu

he

ho

ma

mi

mu

me

mo

ya

yu

yo

ra

ri

ru

re

ro

wa

wo

n/ng

Cara belajr huruf katakana hampir sama dengan ketika saya belajar huruf hiragana. Hanya saja ketika mencoba membaca beberapa kata memakai huruf katakana, saya mengalami sedikit kesulitan. kenapa?  ketika anda sudjah mempelajarinya, pasti akan tau poin kesulitannya. 😀 selamat belajar!

Diposkan pada Tulisan bebas

25

IMG_7620.JPG

Selamat datang seperempat abad!
Rasanya baru kemarin usiaku menginjak 24 tahun, rasanya baru kemarin aku meniup lilin di atas kue coklat yang kawan-kawanku sajikan. Rasanya baru kemarin aku mendapat bingkisan hadiah dari mereka. Rasanya baru kemarin aku memanjatkan do’a dipergantian usia. Waktu begitu cepat berlalu. Apakah ini tanda aku menikmati setiap detik yang kulewati? Entahlah aku tak mengerti. Karena pada kenyataannya ada saja hal yang membuatku tak semangat menjalani hari.

Kalian tau, apa yang dipikirkan Seorang wanita yang telah menginjak usia 25? Apa yang kita pikirkan sama? Hehe
Ahh sudahlah. Semuanya Allah yang mengatur.

Alhamdulillah..
Sampai detik ini, Allah masih memberiku kesempatan untuk terus dapat memperbaiki diri. Semoga usia ini bisa menjadi ‘alarm’ untuk terus ingat bahwa kelak aku akan kembali kepada-Nya.
Semoga aku bisa bermanfaat bagi oranglain. Karena kebahagiaan bagiku adalah ketika keberadaanku mereka butuhkan 🙂

Diposkan pada Tulisan bebas

Untukmu

Untukmu yang ku kagumi dalam senyap,
Aku bisa apa selain mendoa’akanmu?
Aku tidak bisa seperti mereka, kawan-kawanmu yang bisa leluasa menyapamu kapan saja mereka mau tanpa merasa malu atau ragu.

Aku tidak bisa menemuimu, saat kau butuh kawan untuk sekedar berbagi tentang hal kecil yang kau temui dalam harimu.
Aku bisa apa, selain mendo’akanmu dari sini untuk kebahagiaan dan keberkahan hari-harimu?

Aku pun tak mampu mengucapkan,
“Semoga cepat sembuh” seperti yang mereka utarakan saat sakit melandamu.
Aku bisa apa selain mendoakan dari sini untuk kesehatanmu dalam tiap sujudku?

Lalu, saat jarak yang sebentar lagi menjauhkanmu dari pandanganku, aku hanya bisa mendo’akanmu agar kau tak pernah lupa pernah mengenalku.

Aku bisa apa, selain menitipkan sejuta harap dan Do’a pada-NYA untukmu.