Diposkan pada Tulisan bebas

Orang Pintar Kalah Sama Orang Sabar

“Orang pintar bakal kalah sama orang sabar!” Begitu ucap beliau, Ustad Yusuf Mansyur.
Semalam saya menonton acara “Wisata hati” tentang metode menghapal Al Qur’an ‘ala’ Ustad Yusuf Mansyur yang saya download via youtube.
Ngomong-ngomong soal menghapal Al Qur’an..
Taukah Kawan, Betapa Allah memuliakan hamba-NYA yang membaca dan mampu menghapal ayat ayat cinta-NYA.

Mengenai ucapan “orang pinter kalah sama orang sabar”, saya akan menjelaskannya sesuai yang beliau sampaikan.
Metode yang beliau ajarkan dalam menghapal Al Qur’an salah satunya adalah dengan cara mengulang – ulang ayat demi ayat sebanyak 20 kali. Iya, 20 kali. 1 ayat diulang 20 kali, ayat ke 2 diulang 20 kali, lalu gabungkan ayat ke 1 dan ke 2, lalu keduanya diulang lagi 20 kali. Dan khusus untuk 1 ayat yang panjang, bisa dipotong 2 atau 3 bagian dan masing-masingnya sama, diulang terus 20 kali.
Sebenarnya ada juga yang bisa menghapal cepat, contohnya cukup hanya mengulang 5 atau 10 kali. Tapi beliau lebih suka menghapal lama katanya. Kenapa? Dengan menghapal lama, beliau lebih bisa merasakan interaksi dengan Al Qur’an, Menghayati makna per maknanya.. MasyaaAllah. Tapi selain itu, menghaapal cepat juga berpotensial cepat lupa nya.
Tentunya sebelum menghapal kita diharuskan berdo’a dan bulatkan niat. Niat di sini, tujukan hanya semata-mata karena Allah bukan karena ingin dipuji orang lain.

Jadi, menghapal Al Qur’an kudu sabar, begitu ucap sekaligus pesan dari beliau 🙂

Semangat!

IMG_6950.JPG

Iklan
Diposkan pada Tulisan bebas

Hijrah diri

IMG_7218.JPG

Adakah kawan kalian yang mengatakan, “kamu sekarang beda ya! Nggak kayak dulu”. Jika ada, coba instrokpeksi diri, apakah kita berubah ke arah yang lebih baik atau malah sebaliknya? Semoga pernyataan dari temanmu itu karena ada perubahan positif dalam dirimu.
Setiap orang punya cerita di masalalu, termasuk kita. Ada masalalu yang kadang tak perlu oranglain tau, atau hanya Allah dan kita saja yang tahu. Dan ada pula yang leluasa membagi kisah masalalunya pada oranglain bahkan tanpa diminta untuk menceritakannya sekalipun. Kamu termasuk yang mana?
Tapi satu hal yang harus kita ingat, jangan pernah menceritakan masalalu oranglain kepada khalayak. Karena kita tidak pernah tau bagaimana perjuangannya untuk bisa terlepas dari tali masalalu yang mengikatnya (ini untuk masalalu yang ‘nggak ngenakin’) . Boleh jadi untuk sekilas mengingatnya pun tak mau, apalagi sampai menceritakannya panjang lebar.
Seberapa pentingkah masalalu?
Masalalu penting untuk sebuah pembelajaran. Mungkin ada beberapa kesalahan di masalalu yang sudah tak bisa lagi diperbaiki, tapi jangan jadikan semua itu hambatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika mereka sendiri tidak merubahnya bukan?

HIJRAH
Ada yang dulunya preman, sekarang jadi santriwan.
Ada yang dulunya enggan berhijab, sekarang rapat menutup aurat.
Ada yang dulunya menyepelekan perintah Tuhan, sekarang sibuk mentadabburi Al Qur’an.
Itulah hijrah,Perpindahan. Tentunya ke arah yang lebih baik.
Mungkin akan dirasa berat awalnya, namun percayalah Allah pun melihat usaha kita. Jangan hiraukan komentator komentator yang meremehkan perubahan pada diri kita, doakan saja agar mereka pun melakukan hal yang sama dengan kita.
Tidak dipungkiri akan ada dua kubu yang menanggapi proses hijrah kita. Kubu yang mendukung, dan kubu yang mencibir.

Kawan, waktu terus berjalan tanpa kompromi dan basa basi. Usia kita di dunia semakin hari bertambah, tanpa kita tahu jatah hidup kita sampai kapan. Terkadang kita selalu memikirkan hidup enak di dunia, sampai lupa bahwa akherat tempat abadi kita. Ketika Kita mendapat kesulitan di dunia, kita masih bisa meminta pertolongan pada Allah, kerabat serta orang tak dikenal sekalipun (tentunya atas ijin Allah). Tapi akan ada masa dimana manusia tak dapat menolong manusia lainnya. Setiap orang sibuk dengan amalan masing-masing yang Allah perlihatkan dengan sedetail detailnya.
Saat amal buruk kita lebih menggunung, Kita menangis sejadi jadinya sampai mengeluarkan airmata darah sekalipun, pintu taubat sudah terlambat.
Kawan, Jangan sampai kelak kita menjadi seseorang yang hanya bisa menangis menyesali betapa banyaknya dosa kita selama di dunia.

Mulai hari ini, mari kita gunakan waktu yang singkat ini dengan hal-hal yang bermanfaat. Bermanfaat untuk diri kita, untuk keluarga, dan untuk semua orang di sekitar kita sampai kita tutup usia.

🙂

Diposkan pada Tulisan bebas

Bersyukur Ketika Sakit

IMG_6903-1.JPG

Bersyukurlah ketika kita mendapatkan cobaan suatu penyakit. Jangan bertanya, “kenapa saya?”, namun berbahagialah karena kita adalah salah satu orang yang Allah cintai.. InshaaAllah! Aamiin..

Hikmah dibalik sakit dan musibah diterangkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dimana beliau bersabda:

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”.
(HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571).

“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari no. 5641).

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573).

“Bencana senantiasa menimpa orang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya”.
(HR. Tirmidzi no. 2399, Ahmad II/450, Al-Hakim I/346 dan IV/314, Ibnu Hibban no. 697, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Mawaaridizh Zham-aan no. 576).

“Sesungguhnya Allah benar-benar akan menguji hamba-Nya dengan penyakit, sehingga ia menghapuskan setiap dosa darinya”.
(HR. Al-Hakim I/348, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Shohih Jami’is Shoghirno.1870).

“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya”. (HR. Muslim no. 2572).

“Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka”. (HR. Al-Bazzar, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadiits ash Shohihah no. 1821).

Walaupun demikian, ketika kita tertimpa suatu penyakit, kita pun harus berusaha atau berikhtiar untuk kesembuhannya. Karena setiap sakit pasti ada obatnya. Sehingga tugas kita jangan hanya mengeluhkan apa yang terjadi, melainkan diharuskan berjuang mencari solusi.

Rasulullah shallalllahu alaihi wa sallam bersabda : “Allah tidak menurunkan penyakit melainkan pasti menurunkan obatnya”. (HR. Bukhari no. 5678).

Dan dalam ikhtiar pun, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Beberapa upaya yang TIDAK boleh kita lakukan. Contohnya:
Ketika kita sakit, kita pergi ke paranormal/dukun/ ‘orang pintar’, dll.

Rasulullah shallalllahu alaihi wa sallamyang bersabda :

“Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah dan janganlah berobat dengan yang haram”. (HR. Ad Daulabi dalam al-Kuna, dihasankan oleh Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadiits ash- Shohihah no. 1633).

“Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan kalian pada apa-apa yang haram”.
(HR. Abu Ya’la dan Ibnu Hibban no. 1397. Dihasankan oleh Syeikh Albani dalam kitabMawaaridizh Zham-aan no. 1172).

“Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan penyakit kalian pada apa-apa yang diharamkan atas kalian”. (HR. Bukhari, di-maushulkan ath-Thabrani dalam Mu’jam al Kabiir, berkata Ibnu Hajar : ‘sanadnya shohih’, Fathul Baari : X/78-79).

Diposkan pada Tulisan bebas

Allah, Aku Jatuh Cinta

Kepada dia yang mencintai-MU

Kepada dia yang ‘tak ramah’ pada kaum hawa

Kepada dia yang selalu memikirkan dakwah ditengah urusan pribadinya

Kepada dia yang berkawan dengan orang-orang Sholeh

Kepada dia yang selalu menyampaikan apa apa yang tertulis di Al Qur’an

Kepada dia yang sabar atas segala ujian

Kepada dia yang menjaga pandangannya

Kepada dia yang tak pernah mengeluh

Kepada dia yang perduli dengan lingkungan

Kepada dia yang mampu membuatku yakin, bahwa dengannya surga-MU
terasa begitu dekat

Kepada dia yang selalu berusaha menjadi hamba yang taat ….

Allah, aku tak ingin mengingatnya melebihi aku mengingat-MU

Aku pun tak ingin cinta ini melebihi cintaku pada-MU

Sesungguhnya Engkau Yang Berhak atas segala yang ku rasa

Allah, jaga hatiku…
Aku tak ingin lagi melakukan hal yang membuatku jauh dari-MU

IMG_6598.JPG

Diposkan pada Tulisan bebas

Bukan Karena Ku Sempurna

Ukhty,
Ketika aku menegurmu, sungguh bukan berarti aku yang paling benar.
Ketika aku mengingatkanmu, itu juga bukan berarti aku tak pernah khilaf.
Ketika aku menasehatimu, bukan berarti pula aku sosok sempurna seperti yang kau katakan.
Ukhty,
Aku tak ingin jika harus tak perduli, bagaimana jika jelak di akherat engkau menuntutku? Mengadu pada Allah bahwa aku tak pernah mengingatkanmu ketika dengan sadar atau tanpa sadar engkau melakukan kekhilafan?
Aku takut ukhty.. Karena di sana aku tak bisa melakukan pembelaan apapun di hadapan-Nya.

Ukhty, jangan marah bila aku menyampaikan padamu tentang perintah-Nya.
Aku ingin kita berjalan dan belajar bersama menggapai cinta-Nya, agar kelak kita bisa berkumpul di Surga.. Sebaik-baiknya tempat nan abadi.
Aku ingin persahabatan ini tidak hanya sebatas dunia ukhty, Aku mencintaimu karena Allah :’)

Diposkan pada Tulisan bebas

KESENJANGAN SOSIAL

IMG_6548.JPG

“Di sana, gedung mewah berdiri tegap menjulang di cakrwala.
Di sini, rumah kumuh berdinding kardus dan kayu,beralas tanah.
Di sana, tempat kumpulnya orang-orang berdasi penuh wibawa.
Di sini, tempat kumpulnya orang-orang berpakaian seadanya.
Di sana, makan enak, serba ada.
Di sini, dapat makanan sisa pun bersyukur luar biasa.
Di sana, ruangan serba nyaman.
Di sini, debu dan polusi sudah menjadi kawan.”

Allah menciptakan segala sesuatu berpasangan. Dan manusia ‘menciptakan’ sesuatu bernama KESENJANGAN SOSIAL.
Tak sedikit orang kaya yang menganggap remeh si miskin. Sepertinya HARTA dan JABATAN sudah menjadi patokan untuk sebuah ‘pembeda’. Padahal di hadapan Tuhan semua manusia SAMA! Hanya amal lah yang membedakannya.

Saya tak habis pikir, ketika ada 2 orang anak manusia yang ingin menikah namun salah satu dari pihak keluarga mereka tak merestui,hanya karena perbedaan status EKONOMI.
Sedih bukan, status ekonomi menghalangi suatu pernikahan yang merupakan jalan untuk menyempurnakan separuh agama.

Ada lagi, seorang anak yang berasal dari keluarga serba biasa, berhasil masuk ke sekolah unggulan yang notabennya adalah kumpulan anak-anak dari orang kaya. Ia begitu bersemangat, namun seketika ia merasa menjadi anak paling minder sedunia ketika seseorang yang “beruang” menegur orangtua si anak tersebut di depannya.
“Wah.. Masuk sekolah ini ya? Ini kan sekolahnya anak-anak orang kaya bu..”
Hey, Memangnya rumput tak berhak tumbuh di tengah pohon-pohon besar?
Ataukah sebutir pasir tak berhak berbaur dengan bebatuan? Entahlah!

Beda lagi dengan sebuah sistem pelayanan umum yang pernah saya lihat. Saya ambil contoh pelayanan di Rumah sakit. Saya pernah memperhatikan cara pelayanan di ruangan (bangsal), dengan pelayanan di ruang VIP. Ada beberapa pelayan kesehatan yang tak begitu respect dengan para pasien/keluarga pasien di bangsal. Sedangkan ketika di VIP, pelayanannya terlihat sebaliknya. Tidak semuanya memang, namun ada. Baiklah, saya sebut ini adalah kesenjangan pelayanan. Lucu ya.. Hehe, Padahal semua tenaga kesehatan, saya rasa diwajibkan untuk memandang pasien itu secara holistik. Tanpa membedakan apapun.

Kisah-kisah di atas adalah fakta! Dan saya sangat berharap Kesenjangan sosial di muka bumi ini terhapuskan! *pinjem penghapus! 😀
Ini perlu! Agar tidak ada hati yang merasa dikecewakan:)

Dan kita?
Semoga kita adalah salah satu manusia yang bisa memanusiakan manusia lainnya. 🙂